Sen. Jul 13th, 2020

Kedua Kalinya Warga Muratara di Patok Ular Hingga Meninggal Dunia

Suarasumsel.co.id, MURATARA – Densa (32) Warga Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo meninggal dunia akibat dipatuk ular, disaat sedang mancing ikan di Sungai Putih, Kamis(30/4).

Dimana kejadian ini kedua kalinya masyarakat Kabupaten Muratara meninggal dunia akibat di patok ular, bahwa sebelumnya warga Desa Maur, Kecamatan Rupit bernama Candra dan meninggal dunia juga.

Berdasarkan Informasi dihimpun oleh awak media dilapangan, Densa meninggal dunia pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB menjelang waktu sahur.

Seperti dikatakan, Devi (42) warga Desa Karang Dapo Satu, bahwa korban sempat dilarikan ke Pustu yang berada di Desa Setia Marga SP4. Namun, karena tidak ada obat anti bisa ular lalu  korban di larikan ke Puskesmas Karang Dapo, dan saat tiba di Puskesmas kondisinya sudah meninggal dunia.

“Untuk kronologi kejadiannya sendiri saya kurang tahu, yang pasti Korba dibawakan dari rompok sungai putih lalu ke Puskesmas Karang Dapo,” ucapnya singkat.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muratara, Marlinda Sari didampingi Kepala UPT Puskesmas Karang Dapo, dr Yoza mengatakan dibadan korban memang ada bekas gigitan ular di kaki korban di area kaki kirinya.

Menurutnya korban dipatuk ular sekitar pukul 20.00 WIB saat dirinya sedang memancing ikan di Rompok Sungai Putih, lalu Keluarga Densa sempat menelepon pihak Puskesmas Karang Dapo untuk menanyakan obat anti bisa ular.

“Dia nelpon nanya anti bisa ular itu sekitar pukul 20.00 WIB lewat, dan dijawab oleh dokter Yoza bahwa anti bisa ular ada di Puskesmas,” kata Marlinda.

Marlinda menegaskan, bahwa Dinkes Kabupaten Muratara sudah menyediakan obat anti bisa ular di seluruh Puskesmas.

“Seluruh Puskesmas kita ada stok obat anti bisa ular. Dan di Puskesmas Karang Dapo masih ada stok empat lagi” jelasnya. (Az)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: